Selasa, 31 Januari 2012

TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN

NAMA            : SRI ENDAH
NIM/BP          : 18147/2010
JAWABAN UJIAN MID SEMESTER
Mata Kuliah Pengantar Pendidikan
Dosen Pembina Lusi Susanti, S.Pd, M.Pd
1.       Apa manfaat yang saudara dapatkan dari mempelajari hakikat manusia. Jelaskan beserta contoh!
Mempelajari hakikat manusia, membuat saya paham bahwa dari segi pandangan Islam/Al-Qur’an manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai keistimewaan, yaitu Tuhan menghadiahkan manusia akal dan pikiran, menjadi khalifah (pemimpin). Manusia menurut kodratnya akan senantiasa beradaptasi dan mencari semua solusi yang terjadi dalam hidupnya. Melalui akal dan pikiran, manusia diberi kesempatan untuk mengolah dan memanfaatkan alam semesta beserta isinya semaksimal mungkin.
Setelah saya menyadari bahwa Tuhan menciptakan umatnya sebagai khalifah, maka timbul kesadaran untuk menjalani hidup sesuai dengan perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Manfaat yang sangat dirasakan yaitu setiap kita mempunyai kesempatan dan peluang untuk mendapatkan kesuksesan, maka akal dan pikiran yang akan memproses bagaimana kita bisa mengembangkan segenap potensi yang ada dalam diri sendiri sebagai seorang insan.
Wujud dari sifat hakikat manusia itu sendiri antara lain:
a.       Kemampuan menyadari diri
b.      Kemampuan bereksistensi
c.       Pemilikan kata hati
d.      Moral
e.       Kemampuan bertanggungjawab
f.       Rasa kebebasan (kemerdekaan)
g.      Kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak
h.      Kemampuan mengahayati kebahagiaan.
Contohnya yaitu: sebagai seorang mahasiswa, mempunyai kesadaran akan tugas-tugas yang tidak dikumpulkan dan membawa pengaruh yang tidak baik terhadap hasil akhir. Sehingga timbul kewajiban untuk mengerjakan tugas-tugas, dan menerima nilai sebagai hak sesuai dengan usaha yang dilakukan. Semua diproses melalui akal dan pikiran.
2.       Menurut pandangan Psikoanalitik bahwa secara hakiki kepribadian manusia terdiri dari tiga komponen yaitu: id, ego dan superego, jelaskan ketiga hal ini beserta contoh!
Dapat dijelaskan bahwa:
a.        Id, meliputi berbagai jenis keinginan, dorongan, kehendak, dan instink manusia yang mendasari perkembangan individu, mempunyai unsur seksual dan sifat agresif sebagai daya penggerak kejiwaan atau tingkah laku manusia. Contoh dari Id yaitu: adanya dorongan yang kuat atau hasrat disaat seseorang merasa lapar atau haus, maka tindakan yang dilakukan adalah makan dan minum.
b.      Ego, berfungsi untuk menjembatani antara Id dengan dunia luar dari individu. Yang muncul adalah ego. Ego mengatur gerak gerik Id dalam memuaskan libidonya, dengan cara tidak memunculkan semua dorongan yang timbul atau ada di dalam Id. Contoh ego yaitu perasaan khawatir seseorang terhadap hasil ujian semester. Namun, kekhawatiran ini masih bisa dikurangi dengan adanya harapan untuk memperoleh nilai yang baik, sesuai dengan usaha yang telah dilakukan.
c.       Superego, mempunyai sifat mengatur baik itu nilai (value), moral, adat, tradisi, hukum, norma, dan lainnya. Superego merupakan pengawasan tingkah laku individu dalam berinteraksi dalam lingkungan. Contoh yang dapat dilihat dari superego adalah adanya hukum/sangsi yang diterima bagi orang-orang yang melakukan pelanggaran seperti mencuri, membunuh, dan korupsi. Semua perbuatan mereka akan diberi ganjaran sesuai dengan hukum yang berlaku.

3.      Jelaskan beserta contoh kekuatan dan keterbatasan pandangan behavioristik!
Kekuatan pandangan behavioristik ini menjelaskan bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh pengaruh lingkungan yang dialami oleh individu yang bersangkutan. Lingkunganlah sebagai penentu tunggal tingkah laku manusia. Jika ingin merubah tingkah laku manusia, perlu dipersiapkan kondisi lingkungan yang mendukung ke arah perubahan itu. Contohnya: bagi orang tua yang menginginkan anaknya belajar melukis sejak dini, maka orang tua tersebut akan menempatkan si anak ke tempat kursus melukis. Adaptasi lingkungan akan mempengaruhi perkembangan kemampuan melukis si anak tadi.
Keterbatasan pandangan behavioristik ini mengemukakan bahwa tidak selamanya kondisi lingkungan sebagai penentu tingkah laku kejiwaan manusia. Sebagai contoh, disaat seorang anak hidup dilingkungan perjudian, maka orang-orang disekitar tempat tinggal si anak mempunyai karakter kasar, tidak paham sopan santun, dan penuh dengan kekerasan. Namun, tidak sepenuhnya si anak tersebut berwatak demikian apabila ia mempunyai keyakinan bahwa perbuatan yang dilakukan orang-orang disekitarnya tidak membuat hidup menjadi bahagia.
4.       Jelaskan keempat dimensi manusia yang harus dikembangkan secara serasi, seimbang serta berkelanjutan! Serta jelaskanlah bagaimana yang dikatakan manusia Indonesia seutuhnya!
Dimensi-dimnesi kemanusiaan dapat dibedakan atas:
a.       Dimensi Keindividualan
Keberadaan manusia disini bersifat unik, artinya memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya. Kesadaran manusia sebagai individu dapat dilihat dari kesadaran akan adanya diri diantara realitas, selfperfect, selfnarcisme, egoisme, martabat kepribadiaan perbedaan dan persamaan dengan orang lain dan kesadaran terhadap potensi-potensi pribadi yang menjadi dasar dari self realisasi.
Melalui perkembanagn lebih lanjut menunjukkan bahwa setiap orang memiliki sikap dan pilihan sendiri yang dipertanggungjawabkan sendiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain untuk ikut mempertanggungjawabkan. Oleh sebba itu, perlu pengembangan watak dan karakter anak melalui pendidikan. Dalam pengembangan dimensi ini, pendidik harus berperan memberikan dorongan dan membimbing peserta didik untuk mengembnagkan diri secara baik, namun tidak melaksanakan kehendak pribadi si pendidik.
b.      Dimensi Kesosialan
Manusia tidak akan mengenali dirinya dan dapat mewujudkan potensinya sebelum dia berinteraksi dengan manusia ynag lain. Kehidupan sosial adalah realita dimana individu tidak menonjolkan identitasnya, melainkan identitas sosial yang pluralistis. Sehingga, dibutuhkan kesadaran manusia tentang status dan potensi dirinya dalam kehidupan bersama, serta tanggungjawabnya dalam kebersamaan. Untuk itu, pendidik mampu menciptakan suasana pembelajaran yang memungkinkan terjalinnya interaksi dan interpendensi siswanya.
c.       Dimensi Kesusilaan
Kesusilaan berkaitan dengan nilai-nilai, menghayati nilai tersebut dan melaksanakannya dalam perbuatan. Pada hakikatnya manusia diberikan kemampuan untuk melihat dan membandingkan antara sesuatu yang baik dan buruk, manusia memiliki kata hati. Hati nurani untuk mengambil keputusan. Seorang peserta didik diharapkan memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai dalam kehidupan dan menginternalisasikannya. Pendidik juga bisa mengajarkan bagaimana menanamkan kewajiban sebagai anggota masyarakat, dan juga mengetahui hak secara individual.
d.      Dimensi Keberagamaan
Manusia memerlukan agama untuk keselamatan hidupnya kini dan untuk masa yang akan datang. Agama merupakan sandaran vertikal dalam kehidupan manusia yang berhubungan dengan Tuhannya. Sehingga diperlukan pendidikan agama untuk anak, baik dari guru agama, guru sekolah, dan terutama sekali orang tua untuk saling menasehati mana yang benar dan yang salah.

Perwujudan manusia Indonesia seutuhnya adalah manusia yang tidak hanya mnegejar kemajuan lahiriah, seperti sandang, pangan, papan, perumahan, kesehatan, dan lainnya atau kepuasan bathiniah seperti pendidikan, rasa aman, bebas mengeluarkan pendapat yang bertanggungjawab, rasa keadilan, dan lainnya, tetapi membutuhkan keserasian dan keselarasan antara keduanya. Keselarasan juga menyangkut hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara sesama manusia, antara manusia dengan lingkungan alam sekitarnya, keserasian hubungan antara bangsa-bangsa dan keselarasan antara cita-cita hidup di dunia dengan kebahagiaan di akhirat.
5.       Dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan mneggunakan pendekatan sistem, apa meksudnya, jelaskan beserta contoh!
Pendekatan sistem dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sistem itu sendiri merupakan totalitas yang terbentuk dari elemen-elemen yang mempunyai hubungan yang fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang diharapkan. Pendidikan sebagai suatu sistem merupakan satu keseluruhan kerja manusia yang terbentuk dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan fungsional dalam membantu terjadinya proses transformasi/perubahan tingkah laku seseorang sehingga menjadi manusia berkualitas.
Komponen sistem tersebut terlihat dari masukan pendidikan sebagai (input), sistem pendidikan sebagai (proses), dan melahirkan hasil pendidikan (output). Contohnya: di lingkungan sekolah seorang guru akan memberikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Semua materi disesuaikan dengan perkembangan kurikulum. Bahan mentah akan diproses melalui pembelajaran di dalam kelas, sehingga menghasilkan peserta didik yang mempunyai kemampuan intelektual, dan memiliki kualitas yang kompeten bagi lingkungan masyarakatnya.
6.      Jelaskanlah bagaimana pendapat saudara tentang konsep pendidikan yang diterapkan di Indonesia saat ini!
Konsep pendidikan di Indonesia dapat ditinjau dari tujuan pendidikan nasional itu sendiri yaitu pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena pendidikan itu sendiri merupakan usaha yang disengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang individu dan sebagai warga negara masyarakat, dengan memilih isi (materi), strategi kegiatan dan teknik yang sesuai.
Hal itu menjelaskan bahwa pendidikan di Indonesia senantiasa mempersiapkan subjek didiknya untuk menghadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan semkain pesat. Pemerintah telah gencar melaksanakan program WAJAR (wajib Belajar) 9 tahun, memberikan bantuan melalui beasiswa, dan berupaya menghasilkan tenaga pendidik yang berkualitas untuk menghadapi lapangan pendidikan.
Semua usaha telah diupayakan oleh pemerintah semaksimal mungkin, yang penting dilakukan adalah aplikasi pendidikan itu sendiri bagi masyarakat Indonesia untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Karena, pendidikan akan mencerminkan kemajuan bangsa itu sendiri.
7.      Jelaskan pendapat saudara mengenai perubahan-perubahan atau penyempurnaan kurikulum yang ada di Indonesia, apakah menurut saudara hal ini sudah mampu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia saat ini.
Pengembangan kurikulum di Indonesia dari periode waktu tertentu sering mengalami perubahan. Seperti kurikulum tahun 1994, yang menggunakan prinsip ”pendidikan seumur hidup”, tahun 2004 yang dikenal dengan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), dan pada tahun 2006 dikenal dengan KTSP (KurikulumTingkat Satuan Pendidikan). Semua penyempurnaan kurikulum disesuaikan dengan tingkat ketercapaian atau keberhasilan materi pembelajaran itu sendiri. Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan semakin beranekaragamnya pengetahuan yang ditemui.
Mampu atau ttidaknya upaya ini terhadap mutu pendidikan itu sendiri dikembalikan kepada lembaga pendidikan itu sendiri. Meskipun formalitasnya menghendaki kurikulum yang lebih baik, apabila di lapangan tidak mencapai hasil maksimal maka perubahan kurikulum itu sendiri tidak akan ada hasilnya. Untuk itu, diperlukan upaya yang maksimal dari lembaga pendidikan yang bersangkutan untuk menerapkan metode, strategi, maupun pendekatan yang sejalan dengan kemampuan peserta didik itu sendiri.
8.      Jelaskanlah tiga lingkungan pendidikan dan bagaimana keterkaitan antara ketiganya!
Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya (fisik, sosial, dan budaya), utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal. Namun, terdapat tiga jenis lingkungan pendidikan yaitu sebagai berikut:
a.       Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan pengelompokkan primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang yang mempunyai hubungan pertalian darah. Keluarga dikenal sebagai lingkungan pendidikan yang pertama dan utama, mengindikasikan betapa pentingnya peran dan pengaruh keluarga dalam pembentukan prilaku dan kepribadian anak. Oleh sebab itu, perlu dipikirkan bagaimana cara keluarga untuk mendidik anaknya secara optimal. Keluarga juga membina dan mengembangkan perasaan sosial anak seperti hidup hemat, menghargai kebenaran, tenggangrasa, menolong orang lain, dan hidup damai. Jelaslah bahwa lingkungan keluarga tidak hanya sebagai pusat penanaman dasar pendidikan watak pribadi saja, tetapi juga mencakup pendidikan sosial.
b.      Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Karena kemajuan zaman, keluarga tidak mungkin lagi memenuhi seluruh kebutuhan  dan aspirasi generasi muda terhadap iptek. Semakin maju suatu masyarakat, semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakatnya.
Jadi, pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar dengan organisasi yang tersusun rapi, terencana, berjenjang, dan berkesinambungan. Sifatnya formal, diatur berdasarkan ketentuan-ketentuan pemerintah dan mempunyai keseragaman pola yang bersifat nasional, dalam rangka meningkatkan kualitas SDM Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur.
c.       Lingkungan Masyarakat
Fungsi masyarakat sebagai pusat pendidikan sangat tergantung pada taraf perkembangan dari masyarakat itu beserta sumber-sumber belajar yang tersedia di dalamnya. Lingkungan masyarakat  juga berupaya membantu menyelenggarakan pendidikan, membantu pengadaan tenaga, biaya, prasarana dan sarana, menyediakan lapangan kerja dan membantu mengembangkan profesi baik langsung maupun tidak. Pendidikan kemasyarakatan dirasakan sebagai gerakan yang memperluas dan mempercepat usaha mencerdaskan kehidupan yang akan mengangkat harkat manusia pada tingkat yang wajar dan maksimal.
Peranan atau hubungan ketiga lingkungan tersebut saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lainnya. Apabila salah satu lingkungan tidak berfungsi maka akan terjadi kerusakan sistem dalam pendidikan tersebut. Oleh sebab itu,  masing-masing mempunyai kedudukan dan peran tersendiri.
9.      Jelaskan apa upaya yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk membentuk hubungan kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan!
Upaya yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk membentuk hubungan kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan yaitu:
a.       Pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya
b.      Pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan
c.       Pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan.
Di lingkungan keluarga misalnya, diupayakan berbagai hal seperti perbaikan gizi, permainan edukatif, penyuluhan orang tua dan lain sebagainya, yang dapat menjadi landasan pengembangan selanjutnya di sekolah maupun di masyarakat. Di lingkungan sekolah diupayakan berbagai hal yang lebih mendekatkan sekolah dengan orang tua siswa seperti adanya organisasi orang tua siswa, kunjungan rumah oleh personal sekolah dan sebagainya. Di lingkungan masyarakat mengusahakan berbagai kegiatan yang menunjang atau melengkapi program keluarga dan sekolah.
10.  Aliran empirisme disebut dengan aliran yang optimis dan nativisme disebut aliran pesimis, mengapa demikian, jelaskanlah?
a.       Aliran Empirisme
Aliran empirisme bertolak dari Lockean Tradition yang mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia, dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung pada lingkungan, sedangkan pembawaan tidak dipentingkan. Pengalaman yang diperoleh anak dalam kehidupan sehari-hari didapat dari dunia sekitarnya yang berupa stimulan-stimulan.
Pengalaman yang empirik diperoleh dari lingkungan akan berpengaruh besar dalam menentukan perkembangan anak. Menurut pandangan empirisme pendidik memegang peranan yang sangat penting sebab pendidik dapat menyediakan lingkungan pendidikan kepada anak dan akan diterima oleh anak sebagai pengalaman. Aliran ini dipandang pesimis sebab hanya mementingkan peranan pengaalaman yang diperoleh dari lingkungan.
Sedangkan kemampuan dasar yang dibawa anak sejak lahir dianggap tidak menentukan. Menurut kenyataan dalam kehidupan sehari-hari terdapat anak yang berhasil karena berbakat, meskipun lingkungan sekitarnya tidak mendukung. Keberhasilan ini disebabkan oleh adanya kemampuan ynag berasal dari dalam diri yang berupa kecerdasan atau kemauan keras, anak berusaha mendapatkan lingkungan yang dapat mengembangkan bakat atau kemampuan yang telah ada dalam dirinya.
Contohnya, seorang anak yang lahir dan dibesarkan di lingkungan pesantren, akan mempunyai kepribadian yang taat beribadah, sopan santun dan berjiwa toleran. Hal ini disebabkan si anak sudah memperoleh pendidikan Agama dari pesantren tempat ia tinggal.

b.      Aliran Nativisme
Aliran nativisme bertolak dari Leibnitzian Tradition yang menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor lingkungan, termasuk faktor pendidikan kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Hasil perkembangan tersebut ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperoleh sejak kelahiran. Lingkungan kurang berpengaruh terhadap pendidikan dan perkembangan anak.
Oleh karena itu, hasil akhir pendidikan ditentukan oleh pembawaan yang sudah dibawa sejak lahir. Berdasarkan pandangan ini, maka keberhasilan pendidikan ditentukan oleh anak didik itu sendiri. Ditekankan bahwa “yang jahat akan menjadi jahat, dan yang baik akan menjadi baik”. Penganut pandangan ini menyatakan bahwa kalau anak mempunyai pembawaan baik maka dia akan menjadi orang baik. Pembawaan buruk dan baik ini tidak dapat diubah dari kekuatan luar.
11.  Bagaimana pengaruuh aliran-aliran pendidikan klasik dan aliran pendidikan baru dalam penerapan praktek pendidikan saat ini di Indonesia? Berikan contoh masing-masing!
a.       Pengaruh Aliran Klasik terhadap Pemikiran Pendidikan dan Praktek Pendidikan di Indonesia
Dalam aliran klasik sangat diutamakan bakat dan potensi dari anak, namun upaya penciptaan lingkungan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan itu diusahakan secara optimal. Meskipun peranan pandangan empirisme dan nativisme tidak sepenuhnya ditolak, tetapi penerimaan itu tidak dilakukan dengan pendekatan elektif fungsional yakni diterima sesuai dengan kebutuhan, namun ditempatkan dalam latar pandangan yang konvergensi (pembawaan dan lingkunggan).
Contohnya: Guru di sekolah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, khusunya di bidang membaca puisi akan menyuruh peserta didik untuk tampil ke depan kelas membacakan puisi. Namun, sebelumnya guru mengajarkan contoh kepada siswa bagaimana cara membaca puisi yang baik dan benar. Sehingga perlu digali potensi dan  pembawaan dari masing-masing siswa, dengan memperhatikan lingkungan yang sesuai dengan materi yang diajarkan.


b.      Pengaruh Gerakan Baru Pendidikan  terhadap Pelaksanaan di Indonesia
Pendidikan sebagai suatu kegiatan yang kompleks menuntut penanganan untuk meningkatkan kualitasnya, baik yang bersifat menyeluruh maupun yang terdapat pada beberapa komponen tertentu saja. Gerakan baru ini pada umumnya berupaya meningkatkan mutu pendidikan. Beberapa dari mereka memusatkan diri pada perbaikan dan peningkatan kualitas kegiatan belajar-mengajar beserta kontribusi terhadap penyelenggaraan pada sistem persekolahan.
Contohnya: Beberapa tahun terakhir terjadi polemik tentang peranan pokok pendidikan, terutama jalur sekolah terhadap masalah relevansi tentang dunia yang menyadari harkat dan martabat, atau memberi bekal keterampilan untuk memasuki dunia kerja. Semua ilmu penting diterapkan dan harus diselaraskan dengan kebutuhan lapangan kerja untuk menyerap tenaga ahli yang berkualitas dibidangnya. Perlu juga meningkatkan keterampilan khusus yang tujuannya mencipatakan sumber daya manusia yang terampil. Seperti mahasiswa yang terampil di bidang otomotif, busana, industri, manajemen, pengajaran dan sebagainya.

1 komentar: