dahulu kala manusia hanya segelintir yang mengadopsi sifat egois.. berbalik fakta dengan dunia kini,, ke egoisan semakin menumpuk di bathin manusia tatkala manusia sibuk dengan dunia hedonismenya.. Pahit,, namun itulah secangkir kopi yang disajikan dunia kepada makhluk yang ada di dalamnya,, tanpa menawarkan sesendok gula putih... Wahai manusia... apakah bathin mu selalu di pupuk oleh sifat egois??? apakah tidak pernah jiwamu bertanya tentang makna sosial.. makna peduli,,, dan kebersamaan??
Jika manusia masih saja tunduk dengan keangkuhan egoisme,, dunia semakin hancur.. kiamat.. tunggu saja 2012..
Minggu, 25 Maret 2012
Rabu, 21 Maret 2012
kolom_BBM
BBM (BIKIN BOBROK MAHASISWA)
Selama umur bumi bertambah, selama itu pula harga kebutuhan manusia semakin bertambah. Mulai dari hal yang sederhana seperti kebutuhan bahan pokok, hingga kebutuhan akan bahan bakar minyak yang populer dikenal dengan BBM. Kenaikan harga BBM setiap tahun ditunjang oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Otomatis, pemerintah bergegas menaikkan harga BBM. Ironisnya, masyarakat setiap waktu melakukan aksi demo, hasilnya seperti mengisi wajan yang sudah berisi air dengan full.
BBM, kali ini lebih populer untuk singkatan Bikin bobrok Mahasiswa. Mengapa tidak, setiap kali BBM naik, uang saku akan terkuras habis. Padahal, tambahan uang saku dari orang tua persentasenya relatif stabil. Belum lagi masalah bagaimana membeli buku-buku sumber sebagai bahan referensi dalam membuat tugas, mahasiswa untuk hal itu saja merasa terbebani.
Pengaruh langsung yang menyerang mahasiswa adalah, mereka yang setiap hari berkendara ke kampus, baik menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor, maupun kendaraan umum seperti angkot dan bus kota membuat mahasiswa lebih extra dalam melakukan pengeluaran. Dapat dianalogikan jika kenaikan harga BBM berkisar 20% maka ongkos angkot yang semula Rp 2.000,- di sulap menjadi lebih kurang Rp 2.500-3.000. Itu baru untuk satu kali naik kendaraan. Bagaimana dengan mahasiswa yang harus naik angkot dua kali untuk finish di kampus. Perjuangan hidup semakin berat, seperti mengangkat besi 100 kg.
Kalau saja pemerintah peduli nasib rakyat banyak, maka BBM akan gratis dibagikan kepada masyarakat. Namun hal itu sangat mustahil, imajinasi yang tak masuk akal. Tidak hanya masalah ongkos angkot, masalah kebutuhan sandang dan pangan secara otomatis juga naik. Misalnya sayur yang tadinya seikat Rp 1.500,- berganti harga menjadi Rp 2.000,-. Memang tragis, namun inilah fenomena yang hangat di negeri ini. Di lain pihak, para penguasa semakin sejahtera dengan gaji butanya.
Jika begini, dalil tentang “yang kaya semakin kaya, yang miskin tambah miskin” menjadi pamor yang ampuh untuk kondisi masyarakat Indonesia. Saya sebagai mahasiswa hanya bisa berdo’a dan mengambil langkah nyata bahwa mulai dari sekarang harus “HEMAT” sebelum kuliah putus di tengah jalan.
Senin, 12 Maret 2012
BATIHN
tak satupun jiwa berani menerka,, apa yang terlintas dalam bathin...
tak satupun manusia berani berucap jujur..
kecuali ia berani membohongi bathin sendiri..
belajarlah wahai manusia yang bersilat lidah
agar selalu bercermin pada bathin_Mu!!
bukan bercermin pada kemunafikan!!
Kecuali untuk satu nama Allah...
Sesungguhnya di maha mengetahui,,
hitung berapa keping kata yang telah terucap dari bathin yang salah
Hitung berapa orang yang percaya pada ucapanmu
dan hitung berapa dosa yang kau tumpuk!!
Bathin kita berbeda.. aku lebih suka pada bathinku sendiri...
berbicara sesuai fakta!!
tak satupun manusia berani berucap jujur..
kecuali ia berani membohongi bathin sendiri..
belajarlah wahai manusia yang bersilat lidah
agar selalu bercermin pada bathin_Mu!!
bukan bercermin pada kemunafikan!!
Kecuali untuk satu nama Allah...
Sesungguhnya di maha mengetahui,,
hitung berapa keping kata yang telah terucap dari bathin yang salah
Hitung berapa orang yang percaya pada ucapanmu
dan hitung berapa dosa yang kau tumpuk!!
Bathin kita berbeda.. aku lebih suka pada bathinku sendiri...
berbicara sesuai fakta!!
Minggu, 04 Maret 2012
KOLOM ALA SRI ENDAH
|
NIM/BP: 18147/2010
PERTANDINGAN EMOSI
Terjadi perdebatan yang hebat antara dua kubu. Kubu pertama, emosi positif ia bercerita bagaimana manusia meyukainya. Kubu kedua, emosi negatif bercerita pula banyak manusia yang melihatnya. Sepertinya pertandingan ini patut di tonton oleh semua manusia di bumi ini. Saya yakin, akan menjadi pertandingan yang lebih seru dibandingkan dengan pertandingan sepak bola. Jika tidak percaya, bacalah kisah di bawah ini dengan teman-teman, keluarga, tapi yang paling bagus dengan diri sendiri.
“Ayo, kita mulai pertandingan.” Ujar Semangat. “Aku tidak kuat,” lanjut Si Lemah. “Bagaimana dengan kamu? Apakah tim kamu sudah siap untuk bertanding?” Tanya Si Penasaran. Tampaknya, masing-masing anggota sibuk dengan persiapan yang harus dihadapi. “Kalau begini kapan mulai pertandingan, saya sudah bersiap-siap dari tadi. Menurut waktu semestinya, pertandingan akan di mulai lima belas menit lagi, jika sudah waktunya saya harus meniup peluit. Tidak ada tawaran.” Ujar Si Disiplin. “Jangan begitu donk Pak, saya masih menunggu sahabat saya. Dia kapten dalam tim kami.” Sela Si Toleransi. “Tidak ada kata nanti, pokoknya jika jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB, maka pertandingan akan saya mulai. Saya harap semuanya mengerti.”
Suasana di ruangan itu menjadi kaku. Untunglah, tak lama kemudian para peserta sudah di hitung oleh Si Teliti. Si Teliti saat ini bertindak sebagai panitia dalam pertandingan emosi. Ya, kubu emosi positif akan bertanding dengan kubu emosi negatif. Pertandingan ini sangat ramai, dihadiri oleh penonton baik dari dalam negeri, maupun dari luar negeri. Semua membawa spanduk untuk mensupport tim kebanggaan sendiri. Lagu-lagu yang menjadi pamor masing-masing kubu telah di persiapkan semaksimal mungkin. Kapten dari emosi positif adalah Kebahagiaan, sedangkan kapten dari emosi negatif adalah Kesedihan.
“Baik, perkenalkan saya Si Adil. Dalam pertandingan ini saya berperan sebagai juri. Untuk kubu pertama, emosi positif terdiri dari sebelas pemain. Masing-masing pemain adalah (Semangat, Toleransi, Syukur, Sabar, Cinta, Kuat, Kagum, Percaya, Tulus, Ikhlas, dan Kebahagiaan). Kubu emosi negatif terdiri dari (Sakit Hati, Marah, Jijik, Iri Hati, Sombong, Lemah, Malu, Menyesal, Putus Asa, Dendam, dan Sedih).” Setelah anggota dari kedua tim diperkenalkan, panitia juga menjelaskan aturan pertandingan. Dalam pertandingan ini, yang menjadi pemenang adalah tim yang sanggup menjawab pertanyaan dengan benar.
Anehnya, juri hanya memberikan satu pertanyaan. Pertanyaan itu berbunyi: Jelaskan alasan mengapa manusia harus memilih tim Anda!. Semua yang ada di ruangan terkejut mendengar pertanyaan itu. Ruangan yang tadinya kaku, menjadi hiruk pikuk. Terutama, kehebohan datang dari kubu emosi negatif. Lalu, anggota dari kubu emosi negatif menjawab, “Manusia itu memilih tim kami karena mereka tidak kuat dalam kondisi yang selalu positif, mereka sering terombang-ambing disaat mereka menemukan masalah, maka sikap yang hadir adalah putus asa. Disaat manusia putus cinta, manusia akan sakit hati. Disaat nilai mereka jelek, mereka akan marah.” Jawab Si Sombong.
Si Sombong tidak menghentikan pembicarannya, ia terus menambahkan “Saat manusia melihat orang yang berkudis, mereka akan jijik. Disaat tetangganya beli mobil baru, mereka iri hati. Saat mereka miskin, mereka akan malu. Saat mereka benci dengan seseorang, maka dendam akan muncul. Dan disaat mereka kehilangan orang yang berharga dalam hidup, mereka akan sedih.” Semua yang hadir menganggukkan ucapan Si Sombong. Namun, karena ia telah ditakdirkan sebagai emosi negatif, pendapat seperti itulah yang bermunculan.
Setelah itu, juri memberikan kesempatan kepada tim emosi positif untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan. Maka, salah seorang dari tim yaitu Cinta, menjawab dengan singkat. “Terima kasih atas penjelasan dari Sombong. Untuk semua yang hadir di ruangan ini, saya hanya menegaskan bahwa semua yang di pilih manusia di atas, dilakukan saat ia berada pada kondisi “TIDAK SADAR”. Coba saja semua manusia di dunia ini memilih kami, emosi positif. Maka, mereka akan dapat menikmati hidup ini dengan indah. Mulailah segala sesuatu dengan CINTA, manusia pasti akan kembali pada kesadarnnya masing-masing. Terima kasih.” Semua orang langsung bertepuk tangan.
Tak lama setelah itu, Si Adil mengumumkan siapa pemenang dalam pertandingan emosi. Dalam kesempatan ini, juri benar-benar berupaya memilih yang terbaik. Argumen dari masing-masing tim sangat meyakinkan. Setelah di pilih, akhirnya tiba saat pengumuman pertandingan emosi. “Baik, saya telah memutuskan yang menjadi pemenang dalam pertandingan ini adalah… Emosi Positif.” Semua penonton bertepuk tangan, penonton juga merasakan sebuah emosi yang muncul dalam jiwa yaitu “Kebahagiaan”. Sementara itu, emosi negatif seharusnya berguru pada anggota dari kubu emosi positif, yaitu “Ikhlas”.
Langganan:
Postingan (Atom)