Kamis, 17 Mei 2012

Puisi Melamat Waktu


Melamat Waktu
Putaran mesin waktu berdalih pada semua jiwa
Jiwa merakit puing masa lalu yang hitam
Pilu menyerta pada masa duka dalam asa
Akankah piluku derita mereka?

Maafkan namaku yang tak kuat melamat waktu
Namaku hanya seonggok daging yang membusuk
Bermanfaat bagi  kucing kelaparan
Perlahan kutelan bayang jiwaku
Sanggupkah aku melamat waktu
Yang begitu memilukan!

Jumat, 27 April 2012

CONTOH FEATURE


19
 
FEATURE                                                                                                   
Prestasi Untuk Prestise
SRI ENDAH/18147

Ketika semua orang sibuk dengan aktivitasnya, di saat itu lahir seorang bayi laki-laki, tapat 21 tahun yang lalu. Anis, begitu sebutan akrab sekaligus nama lengkap remaja itu lahir di Desa Sukaraja, Kec. Karang Jaya, Kab. Musi Rawas tepat tanggal 28 Juli 1990. Hadir ke dunia sebagai anak ke dua dari lima bersaudara. Buah hati pasangan Sarkowi dan Ely Yana ini berhasil merajut berbagai prestasi dan menjadi kebanggaan orang tua manapun.
Di saat penulis mewawancarai Anis di kampus kesayangannya Universitas Negeri Padang, Senin 12 Maret 2012 mahasiswa Ilmu Keolahragaan ini sangat bersemangat mengupas tentang peristiwa dan pengalaman hidupnya. Sejak kecil Anis gemar dengan aktivitas olahraga, terutama bola voli. “Saya senang sekali kalau sore hari bermain bola voli dengan teman sebaya, semangat menjadi terpacu dengan berolahraga”, Ujar remaja itu dengan semangat. Baginya, memulai sesuatu dengan hobby membuat aktivitas yang dilakukan lebih ringan, sehingga pikiran tidak terbebani.
Di waktu SD, Anis selalu mendapat peringkat 10 besar di kelas. Begitupun, saat berganti seragam menjadi putih biru. Orang tua Anis lebih memilih putranya disekolahkan di MTsN Lubuk Linggau, karena berada di luar daerah akan membuat pendidikan lebih maju. Mulai saat itu, Anis belajar mandiri. Berada jauh dari orang tua awalnya membuat remaja ini risih, takut,  dan khawatir. Tinggal di kost merupakan tantangan yang terberat, realita harus ditempuh, tidak ada kata tidak bisa. Anis menjadi teladan bagi teman-temannya sehingga jabatan sebagai Ketua OSIS MTsN Lubuk Linggau berhasil di raihnya. “Organisasi membuat kita lebih menghargai kebersamaan, Saya juga harus berani menjadi khalifah untuk diri Saya dan teman-teman sekolah”, Ujar Anis.
Belajar organisasi masih dilanjutkan remaja itu, tanpa perjuangan yang lelah Anis kembali menjabat sebagai Ketua OSIS SMK N 1 Lubuk Linggau. Remaja ini juga dipercaya sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka perwakilan sekolahnya. Prestasi demi prestasi diraihnya untuk mengharumkan nama keluarga dan nama sekolah. Anis aktif dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) Kota Lubuk Linggau, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) Provinsi Sumatera Selatan, POPDA Bola Voli tingkat Provinsi, KEJURDA Bola Voli tingkat Provinsi, PORKOT Bola Voli tingkat Kota, dan PORSENI Bola Voli tingkat Kota.
Sungguh prestasi yang mengagumkan. Semua orang bisa meraihnya jika diawali dengan kerja keras dan latihan yang maksimal. Disaat masuk perguruan tinggi negeri ini, Anis juga lulus melalui jalur prestasi, yaitu Bola Voli. Ternyata kegemaran membawa peluang yang besar mencapai kesuksesan. Cita-cita Anis juga tidak muluk-muluk, kelak remaja ini berniat menjadi Atlit Bola Voli untuk membanggakan keluarganya, semua prestasi di raih untuk mencapai prestise. Sebuah prestise dapat membuat orang menjadi berwibawa dan mampu di bidangnya. “Saya selalu ingat dengan motto hidup yaitu: Hidup itu penuh resiko, mengalah itu tidak akan hidup”. Tambah Anis dengan wibawanya.
Semua orang berhak berprestasi, semua orang ingin memiliki prestise agar disegani dan dihormati dalam masyarakat. Kepada penulis Anis memberikan pesan kepada semua orang yaitu “Jangan takut mengambil keputusan, karena dibalik kegagalan terdapat kesuksesan yang tertunda. Jangan pernah berpikir apa yang diberikan untukmuu, namun berpikirlah apa yang bisa kamu berikan untuk orang lain.”
Hari ini penulis menemukan orang yang tidak pernah lelah dalam mencapai prestasi, Anis juga sempat mengatakan bahwa Indeks Prestasinya saat ini 3,27. Menurut Anis, menjadi mahasiswa yang berprestasi membutuhkan usaha, latihan keyakinan dan do’a.

Sabtu, 21 April 2012

Hidup....

Tak banyak yang bisa kita perbuat apabila terus terpaku pada jalan yang bundar..hadapi setiap tantang yang ada..begitulah manusia bisa menikmati hidupnya... SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA

belajar ikhlas dan sabar serta menerapkan rasa syukur atas anugerah yang maha kuasa hanya itu yang bisa dilakukan sebagai insan yang berpikir logis...
KEJUJURAN TERPAHIT LEBIH BAIK DARIPADA KEBOHONGAN TERMANIS

^_^

Minggu, 25 Maret 2012

dunia egois

dahulu kala manusia hanya segelintir yang mengadopsi sifat egois.. berbalik fakta dengan dunia kini,, ke egoisan semakin menumpuk di bathin manusia tatkala manusia sibuk dengan dunia hedonismenya.. Pahit,, namun itulah secangkir kopi yang disajikan dunia kepada makhluk yang ada di dalamnya,, tanpa menawarkan sesendok gula putih... Wahai manusia... apakah bathin mu selalu di pupuk oleh sifat egois??? apakah tidak pernah jiwamu bertanya tentang makna sosial.. makna peduli,,, dan kebersamaan??
Jika manusia masih saja tunduk dengan keangkuhan egoisme,, dunia semakin hancur.. kiamat.. tunggu saja 2012..

Rabu, 21 Maret 2012

kolom_BBM

BBM (BIKIN BOBROK MAHASISWA)
Selama umur bumi bertambah, selama itu pula harga kebutuhan manusia semakin bertambah. Mulai dari hal yang sederhana seperti kebutuhan bahan pokok, hingga kebutuhan akan bahan bakar minyak yang populer dikenal dengan BBM. Kenaikan harga BBM setiap tahun ditunjang oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Otomatis, pemerintah bergegas menaikkan harga BBM. Ironisnya, masyarakat setiap waktu melakukan aksi demo, hasilnya seperti mengisi wajan yang sudah berisi air dengan full.
BBM, kali ini lebih populer untuk singkatan Bikin bobrok Mahasiswa. Mengapa tidak, setiap kali BBM naik, uang saku akan terkuras habis. Padahal, tambahan uang saku dari orang tua persentasenya relatif stabil. Belum lagi masalah bagaimana membeli buku-buku sumber sebagai bahan referensi dalam membuat tugas, mahasiswa untuk hal itu saja merasa terbebani.
Pengaruh langsung yang menyerang mahasiswa adalah, mereka yang setiap hari berkendara ke kampus, baik menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor, maupun kendaraan umum seperti angkot dan bus kota membuat mahasiswa lebih extra dalam melakukan pengeluaran. Dapat dianalogikan jika kenaikan harga BBM berkisar 20% maka ongkos angkot yang semula Rp 2.000,- di sulap menjadi lebih kurang Rp 2.500-3.000. Itu baru untuk satu kali naik kendaraan. Bagaimana dengan mahasiswa yang harus naik angkot dua kali untuk finish di kampus. Perjuangan hidup semakin berat, seperti mengangkat besi 100 kg.
Kalau saja pemerintah peduli nasib rakyat banyak, maka BBM akan gratis dibagikan kepada masyarakat. Namun hal itu sangat mustahil, imajinasi yang tak masuk akal. Tidak hanya masalah ongkos angkot, masalah kebutuhan sandang dan pangan secara otomatis juga naik. Misalnya sayur yang tadinya seikat Rp 1.500,- berganti harga menjadi Rp 2.000,-. Memang tragis, namun inilah fenomena yang hangat di negeri ini. Di lain pihak, para penguasa semakin sejahtera dengan gaji butanya.
Jika begini, dalil tentang “yang kaya semakin kaya, yang miskin tambah miskin” menjadi pamor yang ampuh untuk kondisi masyarakat Indonesia. Saya sebagai mahasiswa hanya bisa berdo’a dan mengambil langkah nyata bahwa mulai dari sekarang harus “HEMAT” sebelum kuliah putus di tengah jalan. 

Senin, 12 Maret 2012

BATIHN

tak satupun jiwa berani menerka,, apa yang terlintas dalam bathin...
 tak satupun manusia berani berucap jujur..
kecuali ia berani membohongi bathin sendiri..

belajarlah wahai manusia yang bersilat lidah
agar selalu bercermin pada bathin_Mu!!
bukan bercermin pada kemunafikan!!

Kecuali untuk satu nama Allah...
Sesungguhnya di maha mengetahui,,

hitung berapa keping kata yang telah terucap dari bathin yang salah
Hitung berapa orang yang percaya pada ucapanmu
dan hitung berapa dosa yang kau tumpuk!!
Bathin kita berbeda.. aku lebih suka pada bathinku sendiri...
berbicara sesuai fakta!!

Minggu, 04 Maret 2012

KOLOM ALA SRI ENDAH


19
 
NAMA: SRI ENDAH
NIM/BP: 18147/2010

PERTANDINGAN EMOSI

Terjadi perdebatan yang hebat antara dua kubu. Kubu pertama, emosi positif ia bercerita bagaimana manusia meyukainya. Kubu kedua, emosi negatif bercerita pula banyak manusia yang melihatnya. Sepertinya pertandingan ini patut di tonton oleh semua manusia di bumi ini. Saya yakin, akan menjadi pertandingan yang lebih seru dibandingkan dengan pertandingan sepak bola. Jika tidak percaya, bacalah kisah di bawah ini dengan teman-teman, keluarga, tapi yang paling bagus dengan diri sendiri.
“Ayo, kita mulai pertandingan.” Ujar Semangat. “Aku tidak kuat,” lanjut Si Lemah. “Bagaimana dengan kamu? Apakah tim kamu sudah siap untuk bertanding?” Tanya Si Penasaran. Tampaknya, masing-masing anggota sibuk dengan persiapan yang harus dihadapi. “Kalau begini kapan mulai pertandingan, saya sudah bersiap-siap dari tadi. Menurut waktu semestinya, pertandingan akan di mulai lima belas  menit lagi, jika sudah waktunya saya harus meniup peluit. Tidak ada tawaran.” Ujar Si Disiplin. “Jangan begitu donk Pak, saya masih menunggu sahabat saya. Dia kapten dalam tim kami.” Sela Si Toleransi. “Tidak ada kata nanti, pokoknya jika jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB, maka pertandingan akan saya mulai. Saya harap semuanya mengerti.”
Suasana di ruangan itu menjadi kaku. Untunglah, tak lama kemudian para peserta sudah di hitung oleh Si Teliti. Si Teliti saat ini bertindak sebagai panitia dalam pertandingan emosi. Ya, kubu emosi positif akan bertanding dengan kubu emosi negatif. Pertandingan ini sangat ramai, dihadiri oleh penonton baik dari dalam negeri, maupun dari luar negeri. Semua membawa spanduk untuk mensupport tim kebanggaan sendiri. Lagu-lagu yang menjadi pamor masing-masing kubu telah di persiapkan semaksimal mungkin. Kapten dari emosi positif adalah Kebahagiaan, sedangkan kapten dari emosi negatif adalah Kesedihan.
“Baik, perkenalkan saya Si Adil. Dalam pertandingan ini saya berperan sebagai juri. Untuk kubu pertama, emosi positif terdiri dari sebelas pemain. Masing-masing pemain adalah (Semangat, Toleransi, Syukur, Sabar, Cinta, Kuat, Kagum, Percaya, Tulus, Ikhlas, dan Kebahagiaan). Kubu emosi negatif terdiri dari (Sakit Hati, Marah, Jijik, Iri Hati, Sombong, Lemah, Malu, Menyesal, Putus Asa, Dendam, dan Sedih).” Setelah anggota dari kedua tim diperkenalkan, panitia juga menjelaskan aturan pertandingan. Dalam pertandingan ini, yang menjadi pemenang adalah tim yang sanggup menjawab pertanyaan dengan benar.
Anehnya, juri hanya memberikan satu pertanyaan. Pertanyaan itu berbunyi: Jelaskan alasan mengapa manusia harus memilih tim Anda!.  Semua yang ada di ruangan terkejut mendengar pertanyaan itu. Ruangan yang tadinya kaku, menjadi hiruk pikuk. Terutama, kehebohan datang dari kubu emosi negatif. Lalu, anggota dari kubu emosi negatif menjawab, “Manusia itu memilih tim kami karena mereka tidak kuat dalam kondisi yang selalu positif, mereka sering terombang-ambing disaat mereka menemukan masalah, maka sikap yang hadir adalah putus asa. Disaat manusia putus cinta, manusia akan sakit hati. Disaat nilai mereka jelek, mereka akan marah.” Jawab Si Sombong.
Si Sombong tidak menghentikan pembicarannya, ia terus menambahkan “Saat manusia melihat orang yang berkudis, mereka akan jijik. Disaat tetangganya beli mobil baru, mereka iri hati. Saat mereka miskin, mereka akan malu. Saat mereka benci dengan seseorang, maka dendam akan muncul. Dan disaat mereka kehilangan orang yang berharga dalam hidup, mereka akan sedih.” Semua yang hadir menganggukkan ucapan Si Sombong. Namun, karena ia telah ditakdirkan sebagai emosi negatif, pendapat seperti itulah yang bermunculan.
Setelah itu, juri memberikan kesempatan kepada tim emosi positif untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan. Maka, salah seorang dari tim yaitu Cinta, menjawab dengan singkat. “Terima kasih atas penjelasan dari Sombong. Untuk semua yang hadir di ruangan ini, saya hanya menegaskan bahwa semua yang di pilih manusia di atas, dilakukan saat ia berada pada kondisi “TIDAK SADAR”. Coba saja semua manusia di dunia ini memilih kami, emosi positif. Maka, mereka akan dapat menikmati hidup ini dengan indah. Mulailah segala sesuatu dengan CINTA, manusia pasti akan kembali pada kesadarnnya masing-masing. Terima kasih.” Semua orang langsung bertepuk tangan.
Tak lama setelah itu, Si Adil mengumumkan siapa pemenang dalam pertandingan emosi. Dalam kesempatan ini, juri benar-benar berupaya memilih yang terbaik. Argumen dari masing-masing tim sangat meyakinkan. Setelah di pilih, akhirnya tiba saat pengumuman pertandingan emosi. “Baik, saya telah memutuskan yang menjadi pemenang dalam pertandingan ini adalah… Emosi Positif.” Semua penonton bertepuk tangan, penonton juga merasakan sebuah emosi yang muncul dalam jiwa yaitu “Kebahagiaan”. Sementara itu, emosi negatif seharusnya berguru pada anggota dari kubu emosi positif, yaitu “Ikhlas”.



Selasa, 14 Februari 2012

_Aku Tak Ingin_

Aku benci pada hidup ini,,
Aku jemu pada waktu,,
Aku muak pada pengalaman,,
Nadi-nadiku ingin berhenti,,
Ah... aku muak!!
Maenjauhlah,,
Aku ingin tenang,,
Di tempat orang-orang yang sudah tenang,,
Tapi... aku tak ingin MATI akal,,
 aku ingin MATI kekal,,
Dengan begitu aku bebas,,
Dari pelayaran hidupku,,
Aku tak ingin MATI akal...
(kupersembahkan bagi mereka yang senantiasa melamat-lamat alur hidup ini...)

Kamis, 02 Februari 2012

Cer_Ber (Cerpen Bersambung) 1


”A”
Cepen sederhana dan bermakna
Oleh: Sri Endah
            “Tidaaaakkkk…!”. Jeritan itu terdengar sangat histeris. Namun kata-kata itu baru saja di lamat oleh gadis belia yang sedang di sekap mimpi buruk. Segera Mutia menghentakkan kakinya ke arah pintu, mengambil gelas dan masuk ke dalam kamar kos. Keheningan malam itu membuat Mutia melamun sesaat. Panas di jiwa selaras dengan keringat yang mengalir di tubuhnya. Setelah  mendeguk segelas air, matanya semakin nanar.  “Aku takut pada mimpi, aku ingin bermimpi namun bukan itu yang kupinta illahi”. Gadis itu baru saja di hujam oleh celoteh dan ejekan dari orang-orang terdekatnya. Masih sempat ia merekam beberapa kata yang dilontarkan oleh Selly bahwa ia sang pendominasi yang memangsa wilayah sahabat kampusnya. Ya, Mutia dalam mimpi itu di tuding sebagai sosok gadis  egois hingga semua teman-teman benci pada posisinya.
            Peristiwa itu bermula cukup sederhana, di saat penampilan diskusi kelompok, beberpa tim maju ke depan sebagai tim penyaji. Namun, kesempatan itu tak di raih oleh Mutia karena dosen mengaduk secara acak nama-nama mahasiswa untuk tampil ke depan. Diskusi berlangsung cukup hangat. Mutia saat itu tengah di hujani smangat berjuang dan berdebat dngan rekan-rekannya. “Saudari Mutia, maksud Anda dalam diskusi ini menguji kami atau Anda sungguh-sungguh tidak tahu jawabnnya”. Ujar Selly dengan bengisnya. Entah setan apa yang membuat Selly sejak awal merasa geram dengan sikap Mutia. Padahal tak sedikitpun Mutia menorehkan kesalahan kepada Selly, selama ia mengenal Selly sebgai teman satu kelasnya.
            Secara tegas Mutia memancarkan aura pribadinya untuk menjawab pertanyaan tadi. ”Untuk saudari ketahui, saya bertanya bukan untuk menguji. Jika saja hal itu saya lakukan dalam diskusi ini, maka waktu yang di berikan Buk Tina hanya sia-sia. Sya ingin menggali lebih dalam sejauh mana pertanyaan saya bias di analisa oleh kelompok penyaji. Mudah-mudahan saudari paham”. Sepertinya pertandingan adu fikiran berlangsung sengit, layaknya seperti pertandingan bola. “Baiklah, jika itu yang saudari tanyakan. Tapi, alngkah baiknya kita tanyakan dulu pada Buk Tina, apakah materi ini cakupannya melenceng dari konsep”. Tampaknya Selly meghalang-halangi Mutia untuk akti di kelas. “Bagaiman menurut pendapat Ibu?”. Tanya Selly dengan tukas. “Silahkan saudara jelaskan karena pertanyaan Mutia masih ada kaitannya dengan materi yang kita bahas. Seisi kelas hanya diam, spertinya perang dingin antara Mutia dan Selly segera di mulai.
*** Bersambung… :)

Asal usul Nama Desa Lubuk Ipuh

Legenda-Sumatera-Minangkabau-                        Nurmi, 74, Perempuan
Desa Lubuak Ipuah                                               Ibu rumah tangga, Minangkabau,
                                                                               Minangkabau, Indonesia
                                                                               Lubuak Ipuah
                                                                               7 April 2011

Lubuak Ipuah


Masyarakaik dulu biasonyo sabalum urang merdeka, picayo samo alam gaib. Itu pun bisa barupo adat samo ritual. Bantuak lainnyo dapek wak caliak dari picayo jo alam gaib. Dulunyo ado Tek Gadijah punyo kasam ka Tek Limah. Jadi, Tek Gadijah malapehan kasamnyo tu lewat batang cubadak tumbuah e di balakang rumah Tek Limah. Kajadian tu lansuang mambaleh ka Tek Limah waktunyo lah mulai sakik. Badannyo sasak angok raso di kabek. Siap dikaji, kironyo Tek Limah sadang bakasam samo Tek Gadijah. Waktu Tek Limah marasoan sakik tu kironyo Tek Gadijah aniang-aniang alah mangabekan kain kapan ka batang cubadak Tek Limah.
Kajadian tu hampia sarupo, dulunyo ado basobok banyak batang ipuah. Urang dakek situ manyabuik bantuak batang tu gadang, siap tu daunnyo babahayo kalau tasingguang dek urang-urang. Soalnyo daun tu punyo gatah. Kalau tangan atau badan awak yang kanai gatahnyo, tangan wak ndak lamo siap tu taraso gata-gata atau malapuah dek ulah gata tadi.
Dek karano itu, kalau ado induak-induak yang nio manjamua an pakaiannyo, ndak buliah manjamua di mungko rumah. Soal e, kalau nyo ndak ati-ati, nyo ka kanai dek gatah pohon ipuah tadi. Apolai wak caliak kasus Tek Gadijah jo Tek Limah tadi, yang sadang bakasam. Gatah tu bisa dijadian urang tu untuak malapehan kasam. Bisa je gatah tu diambiaknyo siap tu di gosok annyo ka sarawa dalam yang sadang tajamua. Siap tu, urang yang punyo sarawa dalam tu bisa gata-gata atau ado badannyo yang kanai sarupo takah tu lo.
Karano banyak bana batang ipuah tu nan tumbuah, ndak jauah dari batang aia, tumbuah nyo pun banyak dakek tampek-tampek yang banamo lubuak. Jadi lamo sudah  tu, masyarakaik manamoan e jo “Lubuak Ipuah” aratinyo banyak batang ipuah tumbuahnyo dakek sungai tu. Itulah caritonyo asa mulo namo Lubuak Ipuah.

Kelompok 10,
Air Tawar Selatan-Padang

Kebiasaan masyarakat sebelum kemerdekaan selalu identik dengan alam gaib, baik dalam hal kepercayaan ataupun dalam adat dan ritual. Salah satunya tentang cara untuk menjaga diri kejahatan yang dilakukan melalui kepercayaan alam ghaib. Dahulunya ada dua orang tetangga yang saling berselisih paham, maka tetangga yang sedang bermusuhan tersebut akan melakukan sesuatu dengan tujuan untuk mencelakakan musuhnya. Menurut cerita, ada tokoh yang bernama Tek Gadijah punya dendam kepada Tek Limah, maka Tek Gadijah melakukan balas dendamnya melalui batang cubadak atau yang dikenal dengan pohon nangka yang ada di belakang rumah Tek Limah. Reaksi dari kejahatan itu langsung terlihat disaat Tek Limah, menderita sakit, seluruh badannya terasa sesak seperti diikat. Setelah ditelusuri, ternyata Tek Limah sedang berselisih paham dengan Tek Gadijah. Saat Tek Limah, merasakan hal seperti itu, ternyata Tek Gadijah telah melilitkan kain kapan  ke batang atau pohon “cubadak” Tek Limah.
Tidak jauh berbeda dari kasus di atas, di sebuah tempat terdapat banyak batang ipuah atau pengindonesiaanya dikenal dengan “ipuh”. Ipuah merupakan istilah masyarakat pribumi yang artinya sejenis batang yang besar dan daunnya sangat berbahaya apabila tersentuh oleh penduduk. Hal itu dikarenakan pada daun itu terdapat getah. Apabila tangan atau anggota tubuh masyarakat terkena getah tersebut, maka masyarakat akan menderita penyakit seperti tangan melepuh atau bagian tubuh yang terkena getah tersebut akan gatal-gatal.
            Untuk itu, para ibu-ibu yang ingin menjemurkan pakaian di masa itu dilarang menjemur pakaian didepan rumah. Alasanya, bagi mereka yang tidak hati-hati akan terkena getah dari pohon ipuh tersebut. Terutama jika ada tetangga yang sedang berselisih paham. Getah pohon ipuh itu yang dijadikan alat untuk membalas dendam. Bisa saja getah itu oleskan pada pakaian dalam yang sedang dijemur maka orang tersebut akan menderita penyakit gatal-gatal maupun anggota tubuh yang terkena akan berkuman.
Berhubung batang ipuh itu banyak tumbuh tidak jauh dari sungai, dan tumbuhnya pun di tempat-tempat yang disebut dengan “lubuk”, maka lama kelamaan masyarakat menamakan tempat itu dengan nama “lubuak ipuah” yang artinya banyak terdapat pohon ipuh tumbuh disekitar lubuk yang ada didekat sungai. Demikianlah penamaan legenda asal mula nama “lubuak ipuah”. 
Kelompok 10,
Air Tawar Selatan-Padang