Kingdom Waktu
Oleh: Sri Endah
Cerpen ini
pernah terbit di surat kabar Padang Ekspres 30 Desember 2012
Tahun
2012, berlalu dengan datar. Dua hari lagi usia tahun bertambah menjadi 2013.
Ya, semua benda merasakan datar. Benda hidup berkata tahun ini adalah tahun
kebahagiaan. Tahun ini adalah tahun keberuntungan, dan tahun ini penuh
anugerah. Kata sebahagian benda hidup. Tidak untuk Detik, Menit, Jam, Hari,
Minggu dan Bulan. Mereka bersatu dengan penuh kesabaran melahirkan teman baru
yaitu Tahun. Akan tetapi tahun ini
akan menjadi tahun yang usang bagi mereka.
Setiap
manusia yang bernyawa selalu menyambut kedatangan tahun baru. Mereka berlomba
untuk mengatakan Happy New Year.
Menunggu detik-detik pergantian malam tahun baru. Mereka bahagia, benda yang
hidup. Ada satu hal yang tidak pernah mereka ketahui, ”tahun usang”. Pernahkah
mereka sedih? Jelas tidak. Pernahkah mereka merayakan kepergian tahun usang?
Jelas tidak juga. Dan pernahkah mereka takut kehilangan tahun usang? Apalagi
pertanyaan terakhir. Otomatis tidak.
Ketika
itu diadakan rapat mendadak. Waktu bertindak sebagai Ketua. Menurut Ketua
Kingdom (Waktu), ”Saya tidak pernah berkata tahun baru kecuali tahun itu benar-benar
01 Masehi. Sekarang saja sudah 2012 Masehi,” benda hidup yang aneh. Detik mulai
berdalih ”Saya malahan yang selalu menjadikan mereka berlalu dengan cepat dan
kilat. Saya memberikan mereka waktu yang sesingkat-singkatnya. Tidak pernah Saya
mengatakan Detik baru. Jika itu terjadi, pasti mereka akan kelelahan.” Detik merasakan
keanehan melihat sikap dan tabiat Mereka, benda hidup.
Dari
meja perundingan yang berdesain besi mengilat, Menit menyela pembicaraan ”Hah…
kalian tahu, ketika Saya digunakan, mereka sering menunda-nunda kehadiran Saya.
Ketika rapat, kata benda hidup itu Lima
menit lagi Pak, pimpinan akan datang. Semua mengabaikan Saya. Saya merasa
sudah tidak berguna lagi bagi mereka.” Semua anggota yang duduk dalam meja
perundingan itu mengangguk-anggukkan pendapat Menit. ”Bagaimana denganmu Jam?”
tanya Ketua. ”Saya…Saya ya Ketua. Saya selalu berganti anggota 24 kali dalam
sehari. Sayangnya, benda hidup itu kadang mengabaikan Saya. Banyak sekali yang
terbuang. Mereka melewati Saya dengan nongkrong di cafe, bercengkrama hal yang
mubazir. Bahkan mereka tak pernah ingat Saya ketika Saya memanggil mereka untuk
berdo’a kepada pencipta mereka. Benda hidup yang malang dan tuli,” Ketus Jam.
Satu
persatu anggota Kingdom Waktu mengeluarkan suara. Begitu pula dengan Hari, ia
bercerita dengan santai ”Nasib Saya menyedihkan Ketua. Kata benda hidup itu Jadikan Hari ini lebih baik daripada Hari
kemarin. Omong kosong mereka saja Ketua. Mereka melewati Saya sama saja.
Ya, malahan lebih parah. Kemarin mereka sadar, ya besok tambah tidak sadar. Ketua
lihat, pengangguran-pengangguran yang berkeliaran dimana-mana.” Sepertinya meja
perundingan tambah penuh dengan opini-opini benda mati. Syukurlah, benda hidup
tak campur tangan. Mungkin mereka enyah dalam mimpi yang heterogen.
Oh
ya, sepertinya Minggu ingin mengeluarkan semburan opini yang sama. Ketua masih
diam, mungkin Ketua sedang mendengarkan aspirasi mereka. ”Ketua, Saya merasa
dihina. Katanya kepada benda hidup yang lain Pak, Minggu depan ya saya bayar tunggakan kredit sepeda motor. Janji
tinggal janji Ketua. Minggu depannya lagi Saya datang. Malah alasan baru
mermunculan lagi. Entah Saya yang bodoh dan penakut, atau mereka yang terlalu
cerdik dan licik. Benda hidup itu memang kreatif dalam mencari alasan. Saya
pusing Ketua,” ketus Minggu.
”Kamu,
Bulan. Silahkan keluarkan semua uneg-unegmu di hadapan kami,” ujar Ketua. Bulan
yang pendiam tampaknya angkat bicara ”Baik Ketua. Saya sudah tidak tahan dengan
perangai benda hidup itu. Mereka selalu menyanjung Saya ketika Saya berganti.
Coba saja usia Saya masih muda, anggaplah baru satu sampai sepuluh hari. Mereka
berfoya-foya, lupa diri. Ketika Saya mau uzur dan digantikan oleh rekan Saya
yang lain, semua mereka mengeluh. Heran Saya, mereka selalu berkata Ini akhir bulan, tolong mengerti Ma!,
itu yang Saya tangkap dari pembicaraan sepasang suami istri”.
Meja
perundingan sudah hampir selesai. Tinggal menunggu pendapat teman baru mereka
yaitu Tahun. Ketua mengatakan ”Tahun, berhubung rekan-rekanmu sudah angkat
bicara, sekarang silahkan mengajukan ide”. Tahun dengan pesona murung mulai
bercerita. ”Ketua, Saya sedih dengan diri Saya. Mereka selalu memuja dan
menyanjung Saya ketika Saya akan berganti. Saya merasa tidak pernah baru ketua,
malahan Saya semakin tua. Lihatlah ketua, sudah 2012. Saya sedih, mereka tidak
pernah mengingat Saya ketika Saya akan meninggalkan berbagai peristiwa yang
mereka alami selama setahun bersama Saya. Tidak pernah terbesit kata
perpisahan. Padahal, anggota Saya, tahun yang usang kepergiannya juga ingin
dirayakan Ketua.” Semua saling melirik satu sama lain. Mereka bersatu dalam
meja perundingan.
Ketua
mulai bicara. ”Saya mendengar semua pendapat-pendapat kalian. Saya paham, Saya
maklum, dan Saya terima. Sepertinya keadaan ini yang membuat Saya mengumpulkan
kalian di meja perundingan. Kalian seharusnya menerima jatah pensiun. Terutama
kamu, Tahun. Kamu telah melakukan dinas selama 2012 tahun. Saya menyerah dengan
Kingdom ini. Sepertinya dari hari ke hari benda hidup itu tidak ada kemajuan.
Penyakit mereka tambah parah. Mereka semua lalai dengan Saya. Tidak menghargai
Saya!”
”Ya,
ketua. Saya setuju,” tambah Minggu. ”Sebaiknya kita serahkan saja tugas ini
kepada kingdom yang lain. Hmmm.. tapi siapa yang bisa ya Ketua?” tanya Minggu. Semua terdiam, namun Tahun angkat tangan. ”Ketua
dan rekan-rekan, Saya merasa sudah usang. Saya sudah menderita berbagai
penyakit. Gempa bumi, tsunami, lumpur, banjir, tanah longsor, gunung meletus,
pokoknya tidak terhitung penyakit Saya. Saya ada usul, bagaimana kita serahkan
saja ke Kingdom Kiamat?”
Detik
kaget, ”Jadi, menurutmu tidak ada lagi penyambutan tahun 2013?” Tahun membalas ”Ya,
begitulah. Saya sudah usang. Ketua sepertinya juga sudah jenuh. Setiap saat
menerima keluhan dari kita tentang sikap dan perbuatan benda hidup.” Meja
perundingan itu akan menghasilkan keputusan. Ketua merasa sedih, sedih melihat
benda hidup yang tak pernah menghargai perjuangan mereka. Selama ini Kingdom
Waktu adalah panutan dan harapan bagi benda hidup. Apa jadinya jika
dialihtangankan ke Kingdom Kiamat. Mereka pasti akan hancur, hanya sebahagian
mereka pastinya.
Bulan
memberikan gambaran tentang kingdom Kiamat. ”Menurut rumor yang Saya dengar,
Kingdom Kiamat benar-benar tegas. Mereka tidak mengenal toleransi. Mereka hanya
mempunyai dua posisi yang pasti yaitu Surga dan Neraka. Beruntunglah jika benda
hidup itu bergabung dengan Surga. Mereka memang menyajikan sejuta kebahagiaan.
Coba di Neraka, mereka akan sengsara selama-lamanya.” Semua hanya bisa bungkam.
Semua lelah, semua letih, dan semua anggota Kingdom Waktu telah menjalankan
tugasnya dengan maksimal.
”Sepertinya
kita harus mengambil keputusan dari perundingan ini,” tangkas Ketua. Semua
anggota hanya bisa pasrah. Ketua melanjutkan pembicaraannya. ”Saya, selaku Ketua
dalam Kingdom Waktu menyatakan bahwa Kingdom Waktu ditutup!” Meja perundingan
itu dipukul Ketua sebanyak tiga kali. Semua menerima keputusan. Antara sedih
dan kecewa bercampur aduk dari aura mereka. Sebentar lagi, benda hidup akan
gempar dengan berita itu. Perundingan selesai, semua anggota bersiap-siap untuk
pensiun. Di sisi lain, Kingdom Kiamat bersiap-siap untuk menjalankan tugasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar