Sabtu, 28 Desember 2013

Cerpen-Kingdom Waktu-Sri Endah


Kingdom Waktu
Oleh: Sri Endah
Cerpen ini pernah terbit di surat kabar Padang Ekspres 30 Desember 2012
Tahun 2012, berlalu dengan datar. Dua hari lagi usia tahun bertambah menjadi 2013. Ya, semua benda merasakan datar. Benda hidup berkata tahun ini adalah tahun kebahagiaan. Tahun ini adalah tahun keberuntungan, dan tahun ini penuh anugerah. Kata sebahagian benda hidup. Tidak untuk Detik, Menit, Jam, Hari, Minggu dan Bulan. Mereka bersatu dengan penuh kesabaran melahirkan teman baru yaitu Tahun. Akan tetapi tahun ini akan menjadi tahun yang usang bagi mereka.
Setiap manusia yang bernyawa selalu menyambut kedatangan tahun baru. Mereka berlomba untuk mengatakan Happy New Year. Menunggu detik-detik pergantian malam tahun baru. Mereka bahagia, benda yang hidup. Ada satu hal yang tidak pernah mereka ketahui, ”tahun usang”. Pernahkah mereka sedih? Jelas tidak. Pernahkah mereka merayakan kepergian tahun usang? Jelas tidak juga. Dan pernahkah mereka takut kehilangan tahun usang? Apalagi pertanyaan terakhir. Otomatis tidak.
Ketika itu diadakan rapat mendadak. Waktu bertindak sebagai Ketua. Menurut Ketua Kingdom (Waktu), ”Saya tidak pernah berkata tahun baru kecuali tahun itu benar-benar 01 Masehi. Sekarang saja sudah 2012 Masehi,” benda hidup yang aneh. Detik mulai berdalih ”Saya malahan yang selalu menjadikan mereka berlalu dengan cepat dan kilat. Saya memberikan mereka waktu yang sesingkat-singkatnya. Tidak pernah Saya mengatakan Detik baru. Jika itu terjadi, pasti mereka akan kelelahan.” Detik merasakan keanehan melihat sikap dan tabiat Mereka, benda hidup.
Dari meja perundingan yang berdesain besi mengilat, Menit menyela pembicaraan ”Hah… kalian tahu, ketika Saya digunakan, mereka sering menunda-nunda kehadiran Saya. Ketika rapat, kata benda hidup itu Lima menit lagi Pak, pimpinan akan datang. Semua mengabaikan Saya. Saya merasa sudah tidak berguna lagi bagi mereka.” Semua anggota yang duduk dalam meja perundingan itu mengangguk-anggukkan pendapat Menit. ”Bagaimana denganmu Jam?” tanya Ketua. ”Saya…Saya ya Ketua. Saya selalu berganti anggota 24 kali dalam sehari. Sayangnya, benda hidup itu kadang mengabaikan Saya. Banyak sekali yang terbuang. Mereka melewati Saya dengan nongkrong di cafe, bercengkrama hal yang mubazir. Bahkan mereka tak pernah ingat Saya ketika Saya memanggil mereka untuk berdo’a kepada pencipta mereka. Benda hidup yang  malang dan tuli,” Ketus Jam.
Satu persatu anggota Kingdom Waktu mengeluarkan suara. Begitu pula dengan Hari, ia bercerita dengan santai ”Nasib Saya menyedihkan Ketua. Kata benda hidup itu Jadikan Hari ini lebih baik daripada Hari kemarin. Omong kosong mereka saja Ketua. Mereka melewati Saya sama saja. Ya, malahan lebih parah. Kemarin mereka sadar, ya besok tambah tidak sadar. Ketua lihat, pengangguran-pengangguran yang berkeliaran dimana-mana.” Sepertinya meja perundingan tambah penuh dengan opini-opini benda mati. Syukurlah, benda hidup tak campur tangan. Mungkin mereka enyah dalam mimpi yang heterogen.
Oh ya, sepertinya Minggu ingin mengeluarkan semburan opini yang sama. Ketua masih diam, mungkin Ketua sedang mendengarkan aspirasi mereka. ”Ketua, Saya merasa dihina. Katanya kepada benda hidup yang lain Pak, Minggu depan ya saya bayar tunggakan kredit sepeda motor. Janji tinggal janji Ketua. Minggu depannya lagi Saya datang. Malah alasan baru mermunculan lagi. Entah Saya yang bodoh dan penakut, atau mereka yang terlalu cerdik dan licik. Benda hidup itu memang kreatif dalam mencari alasan. Saya pusing Ketua,” ketus Minggu.
”Kamu, Bulan. Silahkan keluarkan semua uneg-unegmu di hadapan kami,” ujar Ketua. Bulan yang pendiam tampaknya angkat bicara ”Baik Ketua. Saya sudah tidak tahan dengan perangai benda hidup itu. Mereka selalu menyanjung Saya ketika Saya berganti. Coba saja usia Saya masih muda, anggaplah baru satu sampai sepuluh hari. Mereka berfoya-foya, lupa diri. Ketika Saya mau uzur dan digantikan oleh rekan Saya yang lain, semua mereka mengeluh. Heran Saya, mereka selalu berkata Ini akhir bulan, tolong mengerti Ma!, itu yang Saya tangkap dari pembicaraan sepasang suami istri”.
Meja perundingan sudah hampir selesai. Tinggal menunggu pendapat teman baru mereka yaitu Tahun. Ketua mengatakan ”Tahun, berhubung rekan-rekanmu sudah angkat bicara, sekarang silahkan mengajukan ide”. Tahun dengan pesona murung mulai bercerita. ”Ketua, Saya sedih dengan diri Saya. Mereka selalu memuja dan menyanjung Saya ketika Saya akan berganti. Saya merasa tidak pernah baru ketua, malahan Saya semakin tua. Lihatlah ketua, sudah 2012. Saya sedih, mereka tidak pernah mengingat Saya ketika Saya akan meninggalkan berbagai peristiwa yang mereka alami selama setahun bersama Saya. Tidak pernah terbesit kata perpisahan. Padahal, anggota Saya, tahun yang usang kepergiannya juga ingin dirayakan Ketua.” Semua saling melirik satu sama lain. Mereka bersatu dalam meja perundingan.
Ketua mulai bicara. ”Saya mendengar semua pendapat-pendapat kalian. Saya paham, Saya maklum, dan Saya terima. Sepertinya keadaan ini yang membuat Saya mengumpulkan kalian di meja perundingan. Kalian seharusnya menerima jatah pensiun. Terutama kamu, Tahun. Kamu telah melakukan dinas selama 2012 tahun. Saya menyerah dengan Kingdom ini. Sepertinya dari hari ke hari benda hidup itu tidak ada kemajuan. Penyakit mereka tambah parah. Mereka semua lalai dengan Saya. Tidak menghargai Saya!”
”Ya, ketua. Saya setuju,” tambah Minggu. ”Sebaiknya kita serahkan saja tugas ini kepada kingdom yang lain. Hmmm.. tapi siapa yang bisa ya Ketua?” tanya Minggu.  Semua terdiam, namun Tahun angkat tangan. ”Ketua dan rekan-rekan, Saya merasa sudah usang. Saya sudah menderita berbagai penyakit. Gempa bumi, tsunami, lumpur, banjir, tanah longsor, gunung meletus, pokoknya tidak terhitung penyakit Saya. Saya ada usul, bagaimana kita serahkan saja ke Kingdom Kiamat?”
Detik kaget, ”Jadi, menurutmu tidak ada lagi penyambutan tahun 2013?” Tahun membalas ”Ya, begitulah. Saya sudah usang. Ketua sepertinya juga sudah jenuh. Setiap saat menerima keluhan dari kita tentang sikap dan perbuatan benda hidup.” Meja perundingan itu akan menghasilkan keputusan. Ketua merasa sedih, sedih melihat benda hidup yang tak pernah menghargai perjuangan mereka. Selama ini Kingdom Waktu adalah panutan dan harapan bagi benda hidup. Apa jadinya jika dialihtangankan ke Kingdom Kiamat. Mereka pasti akan hancur, hanya sebahagian mereka pastinya.
Bulan memberikan gambaran tentang kingdom Kiamat. ”Menurut rumor yang Saya dengar, Kingdom Kiamat benar-benar tegas. Mereka tidak mengenal toleransi. Mereka hanya mempunyai dua posisi yang pasti yaitu Surga dan Neraka. Beruntunglah jika benda hidup itu bergabung dengan Surga. Mereka memang menyajikan sejuta kebahagiaan. Coba di Neraka, mereka akan sengsara selama-lamanya.” Semua hanya bisa bungkam. Semua lelah, semua letih, dan semua anggota Kingdom Waktu telah menjalankan tugasnya dengan maksimal.
”Sepertinya kita harus mengambil keputusan dari perundingan ini,” tangkas Ketua. Semua anggota hanya bisa pasrah. Ketua melanjutkan pembicaraannya. ”Saya, selaku Ketua dalam Kingdom Waktu menyatakan bahwa Kingdom Waktu ditutup!” Meja perundingan itu dipukul Ketua sebanyak tiga kali. Semua menerima keputusan. Antara sedih dan kecewa bercampur aduk dari aura mereka. Sebentar lagi, benda hidup akan gempar dengan berita itu. Perundingan selesai, semua anggota bersiap-siap untuk pensiun. Di sisi lain, Kingdom Kiamat bersiap-siap untuk menjalankan tugasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar