Jumat, 27 April 2012

CONTOH FEATURE


19
 
FEATURE                                                                                                   
Prestasi Untuk Prestise
SRI ENDAH/18147

Ketika semua orang sibuk dengan aktivitasnya, di saat itu lahir seorang bayi laki-laki, tapat 21 tahun yang lalu. Anis, begitu sebutan akrab sekaligus nama lengkap remaja itu lahir di Desa Sukaraja, Kec. Karang Jaya, Kab. Musi Rawas tepat tanggal 28 Juli 1990. Hadir ke dunia sebagai anak ke dua dari lima bersaudara. Buah hati pasangan Sarkowi dan Ely Yana ini berhasil merajut berbagai prestasi dan menjadi kebanggaan orang tua manapun.
Di saat penulis mewawancarai Anis di kampus kesayangannya Universitas Negeri Padang, Senin 12 Maret 2012 mahasiswa Ilmu Keolahragaan ini sangat bersemangat mengupas tentang peristiwa dan pengalaman hidupnya. Sejak kecil Anis gemar dengan aktivitas olahraga, terutama bola voli. “Saya senang sekali kalau sore hari bermain bola voli dengan teman sebaya, semangat menjadi terpacu dengan berolahraga”, Ujar remaja itu dengan semangat. Baginya, memulai sesuatu dengan hobby membuat aktivitas yang dilakukan lebih ringan, sehingga pikiran tidak terbebani.
Di waktu SD, Anis selalu mendapat peringkat 10 besar di kelas. Begitupun, saat berganti seragam menjadi putih biru. Orang tua Anis lebih memilih putranya disekolahkan di MTsN Lubuk Linggau, karena berada di luar daerah akan membuat pendidikan lebih maju. Mulai saat itu, Anis belajar mandiri. Berada jauh dari orang tua awalnya membuat remaja ini risih, takut,  dan khawatir. Tinggal di kost merupakan tantangan yang terberat, realita harus ditempuh, tidak ada kata tidak bisa. Anis menjadi teladan bagi teman-temannya sehingga jabatan sebagai Ketua OSIS MTsN Lubuk Linggau berhasil di raihnya. “Organisasi membuat kita lebih menghargai kebersamaan, Saya juga harus berani menjadi khalifah untuk diri Saya dan teman-teman sekolah”, Ujar Anis.
Belajar organisasi masih dilanjutkan remaja itu, tanpa perjuangan yang lelah Anis kembali menjabat sebagai Ketua OSIS SMK N 1 Lubuk Linggau. Remaja ini juga dipercaya sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka perwakilan sekolahnya. Prestasi demi prestasi diraihnya untuk mengharumkan nama keluarga dan nama sekolah. Anis aktif dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) Kota Lubuk Linggau, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) Provinsi Sumatera Selatan, POPDA Bola Voli tingkat Provinsi, KEJURDA Bola Voli tingkat Provinsi, PORKOT Bola Voli tingkat Kota, dan PORSENI Bola Voli tingkat Kota.
Sungguh prestasi yang mengagumkan. Semua orang bisa meraihnya jika diawali dengan kerja keras dan latihan yang maksimal. Disaat masuk perguruan tinggi negeri ini, Anis juga lulus melalui jalur prestasi, yaitu Bola Voli. Ternyata kegemaran membawa peluang yang besar mencapai kesuksesan. Cita-cita Anis juga tidak muluk-muluk, kelak remaja ini berniat menjadi Atlit Bola Voli untuk membanggakan keluarganya, semua prestasi di raih untuk mencapai prestise. Sebuah prestise dapat membuat orang menjadi berwibawa dan mampu di bidangnya. “Saya selalu ingat dengan motto hidup yaitu: Hidup itu penuh resiko, mengalah itu tidak akan hidup”. Tambah Anis dengan wibawanya.
Semua orang berhak berprestasi, semua orang ingin memiliki prestise agar disegani dan dihormati dalam masyarakat. Kepada penulis Anis memberikan pesan kepada semua orang yaitu “Jangan takut mengambil keputusan, karena dibalik kegagalan terdapat kesuksesan yang tertunda. Jangan pernah berpikir apa yang diberikan untukmuu, namun berpikirlah apa yang bisa kamu berikan untuk orang lain.”
Hari ini penulis menemukan orang yang tidak pernah lelah dalam mencapai prestasi, Anis juga sempat mengatakan bahwa Indeks Prestasinya saat ini 3,27. Menurut Anis, menjadi mahasiswa yang berprestasi membutuhkan usaha, latihan keyakinan dan do’a.

2 komentar: